Perbedaan Niat Puasa Tasu’a dan Asyura 2023 Lengkap

Memasuki tahun yang baru, niat puasa Tasu’a dan Asyura 2023 lengkap kembali dicari banyak umat Islam. Kedua jenis puasa ini sangat penting untuk memperbanyak amalan pada bulan Muharram.    

Namun, tak sedikit yang belum mengetahui perbedaan puasa Tasu’a dan puasa Asyura. Simak perbedaan keduanya, sejarah, serta niat puasa Asyura dan Tasu’a 2023 di ulasan berikut ini. 

Sejarah Puasa Tasu’a dan Asyura

Sebelum agama Islam ada, bangsa Quraisy selalu berpuasa pada hari Asyura. Demikian pula halnya dengab Rasulullah Saw.. Ia lantas menyuruh umat Islam untuk berpuasa Asyura bahkan sampai hampir mewajibkannya. Namun, usai turunnya syariat untuk berpuasa wajib Ramadhan, maka hukum puasa Asyura menjadi sunnah.

Untuk membedakan Islam dari agama lain, Rasulullah Saw. juga memerintahkan umat Islam untuk berpuasa Tasu’a, yakni satu hari sebelum puasa Asyura. Jadi, puasa Tasu’a dilaksanakan untuk melengkapi puasa Asyura. 

Oleh karena itu, niat puasa keduanya kerap disandingkan menjadi niat puasa 9 10 Muharram  atau niat puasa 9 dan 10 Muharam. Padahal terdapat perbedaan di antara keduanya.

Perbedaan Puasa Tasu’a dan Asyura   

Hal yang membedakan kedua jenis puasa ini adalah waktu pelaksanaan dan niat puasanya. 

Waktu Pelaksanaan Puasa Tasu’a dan Asyura    

Puasa Tasu’a dilaksanakan pada 9 Muharram, sedangkan puasa Asyura dilaksanakan pada Muharram. Oleh karena itu, niat puada Tasu’a sering disebut sebagai niat puasa tanggal 9 Muharram. Sementara niat puasa Asyura disebut sebagai niat puasa tanggal 10 Muharram.        

Niat Puasa Sunnah Tanggal 9 dan 10 Muharram 

Selanjutnya, niat puasa sunnah Tasu’a dan Asyura tentunya juga berbeda satu sama lain. 

Niat puasa Tasu’a 9 Muharram: 

نَوَيْتُ صَوْمَ تَاسُوعَاءَ لِلّٰهِ تَعَالَى

“Nawaitu shauma Tâsû’â-a lilâhi ta’âlâ.”

Arti: 

“Saya niat puasa Tasu’a karena Allah ta’âlâ.” 

Niat puasa Asyura 10 Muharram: 

نَوَيْتُ صَوْمَ عَاشُورَاءَ لِلّٰهِ تَعَالَى

“Nawaitu shauma syûrâ-a lilâhi ta’âlâ.”

Arti: 

“Saya niat puasa Asyura karena Allah ta’âlâ.”

Niat puasa Tasua dan Asyura Arab bisa dilafalkan secara lisan maupun di dalam hati saja. 

Selain itu, bacaan niat puasa Muharram 9 dan 10 juga bisa dilafalkan pada malam sebelum berpuasa maupun pada pagi atau siang saat keinginan untuk berpuasa muncul, dengan catatan belum melakukan tindakan yang dapat membatalkan puasa. Hal ini dikarenakan hukum puasa Tasua dan Asyura yang sunnah, bukan wajib seperti puasa Ramadhan. 

Akhir Kata  

Setelah mengetahui niat puasa Tasu’a dan Asyura Arab, latin Arab, dan artinya di dalam bahasa Indonesia, mari laksanakan amalan ini untuk meraih lebih banyak pahala pada bulan Muharram. Salam semangat, Sobat Sokmo!